REVIEW
KIMIA FARMASI
IDENTIFIKASI
DAN UJI LAKTOSA SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA OBAT

Oleh:
TRI
ASTUTI (1112018)
AKADEMI
KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA
JAKARTA
TAHUN
2014
HASIL
REVIEW
Di dalam obat ada beberapa bahan
penyusun, seperti: bahan aktif dan bahan pembantu. Bahan aktif adalah komponen
obat yang akan memberi efek atau aktifitas farmakologis atau efek langsung yang
lain pada diagnosis pengobatan, pencegahan atau untuk mengetahui struktur atau
fungsi dari tubuh pasien. Yang termasuk bahan aktif obat antara lain:
parasetamol, kafein, kloroquine, fosfat dan lain-lain. Serta dalam obat ada
bahan pembantu, yaitu zat yang tidak aktif dan hanya berguna sebagai pelengkap
komposisi agar khasiat obat dapat maksimal dan lebih ekonomis. Ada beberapa
jenis bahan pembantu obat:
a. Zat
pengisi, sebagai pembentuk tablet (Laktosa, Pati, Amilum, Kalsium Laktat Trihidrat,
Dekstrosa, dan Selulosa Mikrokristalin)
b. Zat
pengikat, untuk pembentuk granul dalam proses granulasi (Laktosa, Sukrosa,
Pati, dan lain-lain)
c. Zat
penghancur, untuk mempermudah hancurnya tablet (Selulosa, Gom, Alginate dan
lain-lain)
d. Zat
Adsorben, untuk mengikat sejumlah air dalam keadaan kering (Laktosa, Mg Oksida,
Aerosil, dan lain-lain)
e. Zat
pemanis, pemberi rasa manis pada obat (Sukrosa, Sakarim dan Aspartam)
f. Zat
pelican, mempermudah proses pencetakan (Talk dan Mgnesium Stearat)
g. Zat
surfaktan, untuk memepercepat proses penetrasi cairan ke dalam tablet sehingga
cepat memberikan efek.
Dalam penelitian ini melakukan analisis
Laktosa secara kimia dengan metode spektrofotometri inframerah, spektrofotometri
ultraviolet-tampak, karl fischer, polarimeter dan grafimetri kadar abu sulfat.
Seperti yang telah diketahui bahwa
keberadaan Laktosa dalam obat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengikat dan zat
adsorban, maka Laktosa menjadi bahan penunjang untuk formulasi obat sehingga
kualitas dari laktosa harus dijaga agar sesuai dengan standar yang mengacu pada
Farmakope Eropa edisi VI tahun 2008.
Dalam penelitian ini sebelum
diformulasikan sebagi obat, Laktosa yang diperoleh dari produsen diuji
kemurniannya, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti,
pemalsuan pada laktosa atau dicampurkannya dengan bahan lain, karena jika
laktosa belum memenuhi standar akan dikembalikan pada produsen dan jika
memenuhi standar akan digunakan dalam memformulasikan obat.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa
metoda pengujian, diantaranya:
a. Penetuan
kadar air dengan Karl Fischer
b. Penetuan
kadar abu Sulfat dengan Gravimetri
c. Penentuan
sudut putar dengan Polarimetri
d. Pengujian
logam berat dengan visual
e. Pengukuran
Absorbansi dengan Spektrofotometri UV-Vis
f. Mengidentifikasi
sampel dengan Spektrofotometri IR
Penjelasan
dari beberapa metoda pengujian yag dilakukan:
a.
Pada penetapan kadar abu Sulfat dengan
metode Gravimetri, sampel didestruksi dengan cara basah karena menggunakan
pelarut asam pekat H2SO4 agar diperoleh bahan yang lebih
murni karena sebagian zat pengotor akan larut dalam H2SO4.
b.
Pada penetuan sudut putar optic spesifik
dengan metode Polarimetri, seperti kita ketahui untuk dapat menggunakan metode
Polarimetri suatu senyawaharus bersifat optic aktif. Laktosa termasuk senyawa
optic aktif karena mengandung atom C asimetris (O-β-D-Galaktopiranosil-(1®4)-α-D-Glukopiranosa)
dan dapat memutar bidang polarisasi cahaya. Dalam penelitian, sampel
ditambahkan ammonia 10%, ammonia yang bersifat asam akan membantu Laktosa untuk
terhidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa.
c. Pada
uji logam berat dilakukan secara visual, yaitu pengamatan rentang warna
berdasarkan deret standar. Metode ini biasanya dikenal denga Kolorimetri.
d. Pada
uji kebasaan menggunakan titrasi asam basa dengan indikator Phenol Ptalein
e. Pada
uji absorbansi dengan metode Spektrofotometri UV-Vis, dalam metode ini membuat
deret standar, deret standar
larutan ini bertujuan untuk memperlihatkan hasil larutan deret standar yang
linier atau tidak. Serta larutan
yang dianalisis harus berwarna (membentuk kompleks).
f. Pada
identifikasi dengan spectrum Inframerah, sampel dicampur dengan KBr yang
berfungsi sebagai stabilisator dan kemudian dibuat pellet untuk ditembak dengan
sinar IR pada spektrofotometri IR ini, hasilnya dibandingkan dengan standar.
Pada identifikasi Sampel Laktosa secara
Spektrofotometri IR diperoleh spectrum yang dihasilkan oleh contoh yang
dianalisis sesuai dengan standar yang ada. Maka zat yang diidentifikasi
benar-benar Laktosa. Karena posisi puncak-puncak pada spectrum contoh adalah
sama/mirip dengan posisi puncak-puncak pada spectrum standar Laktosa. Dalam
spektrofotometri IR terdapat syarat yaitu nilai perhubungan (correlation) antara hasil spectrum
contoh dengan standar bernilai lebih dari 0,9000. Jadi, jika nilai perhubungan
semakin mendekati angka 1, maka spectrum contoh yang dihasilkan akan semakin
mirip dengan spectrum standar.
Setiap zat mempunyai atom C asimetris
berbeda-beda, hal ini disebabkan karena perbedaan kemampuan zat optic aktif
untuk memutar bidang polarisasinya sehingga dapat ditetapkan sudut putar
jenisnya. Laktosa memiliki atom C – khiral pemutar kanan (Dekstro) yang besar
sudut putaran jenisnya antara +54,4 sampai dengan +55,9.
Uji loga berat pada laktosa menggunakan
metode Kolorimetri dengan mereaksikannya dengan pereaksi spesifik agar
membentuk senyawa berwarna (senyawa kompleks). Standar yangdigunakan adalah Pb,
karena logam Pb merupakan salah satu logam berat yang sering terdapat dalam
suatu bahan baku. Hasil yang didapat harus dibawah standar karena jika melebihi
standar maka logam berbahaya dalam contoh akan menjadi kontaminan dan berbahaya
bagi tubuh.
Penetapan kadar abu Sulfat dengan metode
Gravimetri berdasarkan selisih bobot sampel sebelum analisis dan setelah
analisis. Pada penetapan ini didapat hasil kadar abu Sulfat yang sesuai dengan
standar.
Kesimpulan yang diperoleh dari
penelitian ini adalah bahan baku tersebut (Laktosa) telah memiliki mutu yang
baik setelah dilihat dari parameter yang diujikan telah sesuai dengan standar
yang ditetapkan, sehingga bahan baku tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi
produk obat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar