Senin, Desember 30, 2013

Sistem Menjadi Sesederhana Pribadinya


Tri Astuti – AKA Caraka Nusantara
BEKASI – Para calon pensiunan yang akan mengakhiri masa kerjanya di tahun 2013 mendapat tambahan masa kerja selama dua tahun kedepan. Yang kemungkinan besar akan mempengaruhi rencana atau bahkan tujuan yang awalnya telah tersusun rapih.
Menanggapi peraturan baru pemerintah mengenai uang pensiunan pegawai negeri yang diberikan satu kali seperti pada perusahaan swasta dan akan diberikan berkisar 500 juta – 1,5 Miliar tergantung dari golongannya.
Seorang pegawai dari Dinas Kementerian dan  Hak Asasi Manusia (HAM) yang tengah memasuki MPP (Masa Persiapan Pensiun) menanggapi hal ini dengan lugas.
“Pemerintah kan sudah menetapkan sistem baru untuk pensiun periode 2013 dan selanjutnya, sistem yang lama dianggap terlalu membebani Negara dengan kenaikan dana pensiun tiap tahunnya. Lagipula di saat MPP ini saya sudah melakukan persiapan pensiun, dimana usia saya sudah menurunkan pede saya untuk bekerja. Kan sedikit janggal jika seorang kakek-kakek masih berdiri di pintu Porter.” Ujar Sutrisno M. dari LP Cipinang Jakarta Timur, ketika ditanya mengenai peraturan pemerintah yang baru dan persiapan memasuki masa pensiun.
Pemerintah sedang mengkaji sistem define contribution atau konstribusi pasti. Maksudnya, pemerintah diberi kewenangan menetukan jumlah tetap yang harus dibayar pemberi kerja setiap periode.
Yang sangat berbeda dengan sistem yang dianut selama ini, yakni konsep manfaat pasti. Dimana jumlah pensiun yang akan dibayarkan di masa datang ditetapkan dalam perjanjian dan besarannya sangat dipengaruhi variable tidak pasti.
            Para pensiunan PNS sudah semestinya hidup layak, adil dan sejahtera. Namun gaji pensiunan terus membengkak dan membebani APBN.
Gimana gak membebani, wong banyak pensiunan yang nikah lagi. Tujuan kita hidup kan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, untuk dapat hidup yang layak, adil dan sejahtera anggaplah sebagai bonus. Dan saya pun tidak munafik, Toh, tujuan saya kerja untuk menghidupi keluarga saya, masalah pengapdian ke Negara adalah tujuan kedua saya.”  Jelas bapak 3 orang anak ini.
            Dengan perubahan sistem pendanaan pensiun ini, para calon pensiunan kembali memutar otak guna mencapai kehidupan yang damai di hari tua.
“Yang namanya rencana hidup juga memerlukan pelaksanaan yang penuh komitmen. Dari suatu perencanaan yang terpenting adalah eksekusi dari perencanaan yang telah dibuat serta penyesuaian yang tetap mengarah pada tujuan semula. Tujuan saya tetap sederhana ya ‘hidup tenang tanpa hutang’. Meski sistem pemerintah berubah, pola pikir saya kedepan pun akan berubah tapi tujuan tidak berubah yaitu tetap sederhana di hari tua. Sekarang pun saya memang sudah tua. Haha.” Tukasnya.



Catatan:         sang narasumber adalah ayah saya sendiri, seorang pensiunan LP Cipinang Jakarta Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar