Tri Astuti – AKA Caraka Nusantara
BEKASI – Para calon pensiunan yang akan mengakhiri
masa kerjanya di tahun 2013 mendapat tambahan masa kerja selama dua tahun
kedepan. Yang kemungkinan besar akan mempengaruhi rencana atau bahkan tujuan
yang awalnya telah tersusun rapih.
Menanggapi peraturan
baru pemerintah mengenai uang pensiunan pegawai negeri yang diberikan satu kali
seperti pada perusahaan swasta dan akan diberikan berkisar 500 juta – 1,5
Miliar tergantung dari golongannya.
Seorang pegawai dari
Dinas Kementerian dan Hak Asasi Manusia
(HAM) yang tengah memasuki MPP (Masa Persiapan Pensiun) menanggapi hal ini
dengan lugas.
“Pemerintah kan
sudah menetapkan sistem baru untuk pensiun periode 2013 dan selanjutnya,
sistem yang lama dianggap terlalu membebani Negara dengan kenaikan dana pensiun
tiap tahunnya. Lagipula di saat MPP
ini saya sudah melakukan persiapan pensiun, dimana usia saya sudah menurunkan pede saya untuk bekerja. Kan sedikit janggal jika seorang
kakek-kakek masih berdiri di pintu Porter.” Ujar Sutrisno M. dari LP Cipinang
Jakarta Timur, ketika ditanya mengenai peraturan pemerintah yang baru dan
persiapan memasuki masa pensiun.
Pemerintah sedang
mengkaji sistem define contribution atau
konstribusi pasti. Maksudnya, pemerintah diberi kewenangan menetukan jumlah
tetap yang harus dibayar pemberi kerja setiap periode.
Yang sangat berbeda dengan sistem yang dianut selama
ini, yakni konsep manfaat pasti. Dimana jumlah pensiun yang akan dibayarkan di
masa datang ditetapkan dalam perjanjian dan besarannya sangat dipengaruhi
variable tidak pasti.
Para
pensiunan PNS sudah semestinya hidup layak, adil dan sejahtera. Namun gaji
pensiunan terus membengkak dan membebani APBN.
“Gimana gak membebani,
wong banyak pensiunan yang nikah
lagi. Tujuan kita hidup kan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, untuk
dapat hidup yang layak, adil dan sejahtera anggaplah sebagai bonus. Dan saya
pun tidak munafik, Toh, tujuan saya
kerja untuk menghidupi keluarga saya, masalah pengapdian ke Negara adalah
tujuan kedua saya.” Jelas bapak 3 orang
anak ini.
Dengan
perubahan sistem pendanaan pensiun ini, para calon pensiunan kembali memutar
otak guna mencapai kehidupan yang damai di hari tua.
“Yang namanya rencana hidup juga memerlukan pelaksanaan
yang penuh komitmen. Dari suatu perencanaan yang terpenting adalah eksekusi
dari perencanaan yang telah dibuat serta penyesuaian yang tetap mengarah pada
tujuan semula. Tujuan saya tetap sederhana ya
‘hidup tenang tanpa hutang’. Meski sistem pemerintah berubah, pola pikir saya
kedepan pun akan berubah tapi tujuan tidak berubah yaitu tetap sederhana di
hari tua. Sekarang pun saya memang sudah tua. Haha.” Tukasnya.
Catatan:
sang narasumber adalah ayah saya
sendiri, seorang pensiunan LP Cipinang Jakarta Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar