Selasa, Desember 26, 2017

Surat Cinta #5

Dear Pria,

Selamat malam,
Aku yakin ini akan terbit pada malam hari, karena setiap malam kita tak pernah bersama. Jadi kutulis saja surat ini.

Setelah mengenalmu, malam terasa sangat panjang. Aku yang semula penghuni malam menjadi tukang tidur supaya tak jumpa malam.

Untuk ukuran penghuni baru hidupku, kamu terlalu mengambil alih ruang hatiku yang kini sudah penuh denganmu.

Jika mampu aku bertindak buruk, akan kuhalalkan semua pemikiran picikku,
Tapi aku................ (sudahlah)

Kadang pasrahpun terasa menyiksa. Seolah aku adalah es batu yang dibeli untuk mendinginkan suasanya dan musnah karena kehilangan rasa dinginnya.

Boleh kah aku terus menunggumu?
Karena waktu tak pernah berbohong kan?
Tapi tak ada kata waktu yang terucap.
Karena kamu tak ada waktu untuk menjadikanku utama,

Saat pentas teater semasa SMA aku tak pernah menjadi pemeran utama. Yah, begitulah aku saat ini.

Bukankah kata orang, 'kita adalah cerminan diri kita di masa sebelumnya.'

Terima kasih sudah hadir, bolehkah aku berharap kamu memperjuangkanku menjadi yang utama?

Baik, terima kasih sekali lagi

Salam,
Uut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar