Minggu, Desember 17, 2017

Surat Cinta #2

Dear Uut,

Bukan karena meninggi atau kagum pada diri sendiri, hanya sebagai ungkapan cinta.

Aku bisa tumbuh menjadi seperti sekarang tidak lepas dari didikan bapak dan ibi, namun menginjak usia 16 tahun kedua orang tuaku sudah menyerahkan padaku tujuan hidupku sendiri.

Mulai dari kuliah sampai pekerjaan,
Mereka terus menemaniku dalam bentuk suport dan doa.

Setiap hal dalam hidup bukanlah suatu kebetulan, semua sudah diatur oleh Maha Pencipta.

Misalnya pertemuanku dengannya yang menurutku membawa banyak perubahan besar dalam hidupku.

Dia selalu berkata, "adanya aku adalah untuk menguatkanmu, bukan melemahkanmu. Begitu pun sebaliknya adanya kamu untuk aku."

Ya, dia berfikir dengan kita bersama adalah untuk saling menguatkan.

Kita saling menguatkan dalam doa, karena raga kita tak bisa bersatu.

Terima kasih untuk kekuatannya, namun aku tau saat ini aku hanya mengandalkan diriku untuk melaluinya

Ketika ketidaksempurnaan disanding dengan suatu yang sempurna, ia akan semakin menunduk.

Bukankah cinta sesungguhnya akan rela melepas cinta untuk orang yang dia cinta menemukan kebahagiannya.

Ingat Ut!
Kamu pernah bilang kalau bahagiamu adalah membuat dia bahagia.
Kalau kamu tidak mampu, biarlah dia mencari bahagia.

Uut bukan kalah sebelum perang
Uut hanya tau kapan harus berjuang
Dan kapan ia butuh ranjang

Selamat istirahat sejenak, ut
Dirimu selalu mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar