Selasa, Januari 14, 2014

Jadi diri sendiri aja susah

Twin. Atau kembar. Bisa kembar identik atau kembar siam yang udah kembar dari sononya. Atau kembar tapi beda. Yup, dikembar-kembarin sama orang lah.
                Bajunya samaan, kalian kembar ya?
                Kemana-mana bareng terus, kalian kembar ya?
                Whatever lah.
Saya sebenernya tidak bermasalah dibilang kembar sama orang lain, saya sih seneng-seneng aja. Tp yang biking gak enak adalah ‘Apakah orang yang dikembar-kembarkan sama saya juga tidak berkeberatan?’
Saya sadar diri lah, saya tidak terkenal bahkan mungkin tidak lebih baik dari orang yang dikembar-kembarkan dengan saya. Bukan berfikir so’udzon sama orang, tapi saya sebenarnya lebih sadar diri saja.
Dalam hidup saya, sulit menjadi diri sendiri. Karena ketika saya menemukan jati diri saya, beberapa pihak seperti tidak meng-approve nya, seperti mengira saya menyerupai sesorang atau sesuatu (yah, mengembar-kembarkan gtu lah). Padahal prinsip saya,

“Jadilah diri sendiri, selagi tetap berbuat baik dan tidak mengganggu orang lain.”

Setiap orang selalu berusaha jadi diri sendiri. Nah, kalimat kedua itu yang sering membuat saya memasang topeng lagi demi memenuhinya. “… selagi tetap berbuat baik dan tidak mengganggu orang lain.” Saya termasuk orang yang sangat berpengaruh pada omongan orang lain terhadap saya.


Jadi, mana yang harus diutamakan? Menjadi diri sendiri seutuhnya atau membuat orang lain selalu nyaman bersama kita….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar