Twin. Atau kembar. Bisa kembar identik atau kembar siam yang
udah kembar dari sononya. Atau kembar
tapi beda. Yup, dikembar-kembarin sama orang lah.
Bajunya
samaan, kalian kembar ya?
Kemana-mana
bareng terus, kalian kembar ya?
Whatever
lah.
Saya sebenernya tidak bermasalah dibilang kembar sama orang
lain, saya sih seneng-seneng aja. Tp yang biking gak enak adalah ‘Apakah orang
yang dikembar-kembarkan sama saya juga tidak berkeberatan?’
Saya sadar diri lah, saya tidak terkenal bahkan mungkin
tidak lebih baik dari orang yang dikembar-kembarkan dengan saya. Bukan berfikir
so’udzon sama orang, tapi saya
sebenarnya lebih sadar diri saja.
Dalam hidup saya, sulit menjadi diri sendiri. Karena ketika
saya menemukan jati diri saya, beberapa pihak seperti tidak meng-approve nya, seperti mengira saya
menyerupai sesorang atau sesuatu (yah, mengembar-kembarkan gtu lah). Padahal prinsip
saya,
“Jadilah diri sendiri, selagi tetap berbuat baik dan tidak mengganggu orang lain.”
Setiap orang selalu berusaha jadi diri sendiri. Nah, kalimat
kedua itu yang sering membuat saya memasang topeng lagi demi memenuhinya. “…
selagi tetap berbuat baik dan tidak mengganggu orang lain.” Saya termasuk orang
yang sangat berpengaruh pada omongan orang lain terhadap saya.
Jadi, mana yang harus diutamakan? Menjadi diri sendiri
seutuhnya atau membuat orang lain selalu nyaman bersama kita….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar