(seperti pada postingan yang lainnya selalu dipenuhi dengan tanya ku)
Apa berontak itu tanda Dewasa?
Apa berontak itu tanda Ketidaknyamanan?
Atau apa berontak itu cara kita untuk menunjukkan keberadaan kita?
mungkin satu atau dua diantaranya benar, atau mungkin ketiganya.
oke, mari kita bercerita sebelum lampu ini padam dan doa pengantar tidur tersirat.
sayangnya saya bukan seorang psikolog yang mengerti kejiwaan seseorang, yang dapat saya tulis hanya sebuah intermezo dari suatu keadaan.
ah !
terpuruk dalam sepi kadang membuatku hilang separuh ingatan akan nurani, berdendang dengan fakta yang tertanam dalam pikirku. ya, fakta yang ku simpulkan atas kebenaranku.
kebenaran yang menurut mereka bernilai nol besar. tapi untuk apa peduli omong mereka ketika faktaku sudah benar, mereka hanya mereka dan aku selalu aku.
aku!
kata yang menurut ayahku menunjukkan keegoisanku, "seharusnya kamu menggunakan kata saya" begitu menurutnya. lalu apa bedanya?! toh, maknanya tetap sama.
sebuah intermezo yang hanya aku. (aku yang mengerti)
pilihannya hanya: Berontak atau Terinjak -> Dewasa Gadungan !
walau saya hanya penyair gadungan, tapi saya akan mendewasa sungguhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar