yang Sejati (tidak) selalu Bersama tapi akan Selalu Kembali:
friendship isn't how you forget, but how you forgive.
not how you listen, but how you understand.
not how you see, but how you feel.
not how you let go, but how you hold on!
seperti halnya hujan yang datang tidak pernah sendiri, seperti kami yang kesepian ketika sendiri, satu jiwa dalam berbagai raga.
meski hujan datang selalu membawa kesunyian, kehadiran kami menyingkapi kesunyian serenyah dedaunan kemarau.
apa sunyi akan menyandingi kami? mungkin tidak, karena kami berteman dengan sunyi dan membuatnya ceria.
kami adalah tetesan air hujan yang selalu bersama.
“Senyummu, candamu, dan motivasi ketika diri ini dalam sebuah keterpurukan. Kini tidak lagi bisa kudapati karena alam dimana ku berpijak dan alam dimana kamu terdiam sekarang sudah berbeda. Namun kebaikan dan ketulusan-mu akan tetap hidup dalam sebuah kenangan yang tidak bisa ku lupakan."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar