Rabu, November 12, 2014

Surat untuk Bapak

Kepada Bapak,

Hari ini, 12 november 2014. 22 tahun  minus 27 hari sudah bapak menjadi imam di hidup uut.

Saat ini, sebelum hari ini berakhir dan euforia nya memudar, uut coba menulis sedikit cinta sebagai luapan perasaan dan sedikit meramaikan hari ini yang kata orang2 adalah hari ayah. Dan mereka berbondong2 mengucapkan'selamat hari ayah' via sosial media. Tp uut yakin, hanya beberapa yg menyampaikan langsung kepada ayah mereka. Mungkin gengsi, karena menurut uut juga demikian awalnya. Karena Bapak adalah sosok wibawa yg selalu sulit d raih bahunya, sosok keras yg selalu sulit d dekap hatinya, sosok bijaksana yg selalu sulit d patahkan prinsipnya.

Terima kasih,
Sementara hanya itu yg bisa uut sampaikan, namun memang hanya itu yg layak untuk uut sampaikan.
Terima kasih atas didikan disiplin Bapak yang membentuk hati kami anak2nya menjadi tangguh.
Terima kasih atas petuah2 kejawen yg Bapak sampaikan setiap kami anak2 bapak berkumpul selepas isya.
Terima kasih atas tenaga dan semangat kerja Bapak yg telah di dedikasikan untuk pertumbuhan dan perkembangan kami anak2 bapak.
Terima kasih atas segala prinsip hidup Bapak yg sederhana namun selalu kami usahakan tetap tertanam dalam hati sebagai tekad.
Terima kasih atas segalah kewibawaan yg Bapak jaga di hadapan kami anak2nya. Meski uut tau betapa Bapak ingin menangis melihat anak2nya yg sedang terpuruk, betapa kesepiannya Bapak saat melihat satu per satu anak2nya meminta restu untuk menempuh jenjang hidup selanjutnya.

Bapak adalah Bapak. Imam dalam keluarga. Bahu untuk semua anggota keluarganya.
Namun bahu uut ini selalu ada dan kokoh untuk tumpuan Bapak ketika Bapak butuh.

Terima kasih sekali lagi untuk segalanya. Bapak bukan sekedar orang tua pemberi kasih saya pada anak2nya, karena bapaj adalah pahlawan yg selalu tercatat di buku sejaran anak2nya.

Uut Cinta Bapak karena Allah SWT.

Putri mu,

-uut-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar