kegelapan akan kemunafikan
mengantarku dalam rawa tanpa dasar
hiruk pikuk dan sumpah serapah terdengar merdu bak tembang yang menuruni tangga bukit
perih..
perih dan sunyi menyatu dalam amarah
enyah saja perpecahan ini dengan kegelapan
peduli apa kau dgn isyarat yang kosong?!
pergi kau penat.
helaian nafas peri bergelayut pada dedaunan tak meragu katakutan
untuk apa terjerumus dlm hutan kelam?!
Pergi saja menuju kebisingan..
Atau aq hrus ttp tinggal dlm ke-fanaan....
-t.a-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar