kamis, 8 juli 2010...
4 hari terakhir liburan, gue hampir jamuran di rumah gara-gara bete. untungnya temen-temen gue ada yang ngajak jalan.
tapi pagi-pagi gue di suruh nganter nyokap ke proyek, yang ada di pikiran gue selama perjalanan cuma ekspresi makhluk yang bakal jemput gue kalo pas dia sampe rumah tapi guenya engga ada, pasti bakal ngambek seharian.. dan ternyata bener, begitu gue sampe rumah udah ada makhluk itu di depan rumah. sepanjang jalan diem terus udah kaya naek motor sama tukang ojek, engga ngobrol sama sekali.
niatnya kita mau ke dufan, tapi engga tau ada kendala apa jadi di cancel deh.
akhirnya kita jalan-jalanh ngebolang aja di MEKARSARI. ada beberapa rencana yang ada d otak buat kegiatan di sana.. niat hati pengen OUT BOUND ma RENANG.. tapi jadinya malah point ball, agak susah sih soalnya ini pertama kalinya buat gue. kita di bagi jd 2 kelompok, biru and merah masing-masing 3 orang. gue masuk tim biru bareng fiqi sama suhandy.
nyebelin dan sangat nyebelin, di rounde pertama kedua temen tim gue dah mati duluan hingga bersisa gue seorang ngelawan 3 orang tim merah (bagus, dongga, tasya) mana benteng gue banyak banget nyamuk.. bentol-bentol dah gue..
selesai point ball cape banget, kita langsung caw ke rumah tasya deh, sekalian numpang istirahat..
lain kali kita jalan lagi ya,
# tapi milih tempat yang engga banyak nyamuk....
ga semua yg di simpen itu aman..
ga semua yg di jaga itu ga bakal ilang..
ga semua yg abadi itu tulus..
ga semua yg ada itu nyata..
ga semua masa lalu jelek..
ga semua anaq kecil egois..
ga semua org egois itu manja..
ga semua org egois itu jelek..
ga semua rasa sayang di dasari dng penjagaan..
ga semua yg di larang itu terlarang..
ga semua harapan tercapai..
DAN
GA SEMUA KEPERCAYAAN BISA DI PERCAYA..
(semua dasar butuh bukti..)
sekilas ttg p'selingkuhan..
.
apa alesan org bwt selingkuh?
bosen, cari sensasi, ato emg penyakit..
ENDING p'selingkuhan ga ada yg HAPPY,,
entah aq, kmu, ato dy yg sakit,, yg psty salah stu ato tga"ny bakal sakit..
.
tpa d antara 3 tkoh itu, yg jd org k'3 pling ga enak..
dy hrus rela liat org yg dy syang b'mesraan m org lain,, ga ada tmpat bwt b'bagi cerita (sacara BACKSTREED),, sukur" klo dy yg d pilih, klo bkan gmn??,, pas udah ga sma dy lgi biasa-ny jd canggung,,
.
iia,,
ga usah naif, gw jga p'nah ngrasa-in jd k dua d antara-ny.. jd dah cukup..
stu aja jarang k'urus..
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.
Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.
Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”
kau hidup layak kunang-kunang
biarkan aku menjadi malam
berbaur dengan serangga lain di siang hari
tapi di kala malam, hanya kau yang terang..
aku yang malam, terang bukan karna bintang. tapi karna cahayamu..
karna malam kau ada
karna gelap kau nyata
aku tak berharap kau jadi bintang
karna kau indah sebagai kunang-kunang...